Minggu, 28 Januari 2018

MANAJEMEN OPERASIONAL: peramalan (forecasting)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan. Hal ini dapatdilakukan dengan melibatkan pengambilan data historisdan memproyeksikannya ke masa mendatang dengan suatu bentuk model matematis. Hal ini bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifatsubjektif. Hal inipun dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi model matematis yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer.
Sesuatu yang berjalan dengan baik di suatu perusahaan pada suatu set kondisi tertentu mungkin bisa menjadi bencana bagi organisasi lain, bahkan pada departemenyang berbeda di perusahaan yang sama. Selain itu, anda akan melihat keterbatasan dari apa yang dapat anda harapkan dari suatu peramalan. Peramalan sangat jarang memberikan hasil yang sempurna. Peramalan juga menghabiskan  banyak biaya dan waktu dan waktu untuk dipersiapkan dan diawasi.
Hanya sedikit bisnis yang dapat menghindari proses peramalan dan hanya menunggu apa yang terjadi untuk kemudian mengambil kesempatan. Perencanaan yang efektif baik untuk jangka panjang maupun pendek bergantung pada peramalan permintaan untuk produk perusahaan tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Peramalan
Menurut Gasperz terdapat sembilan langkah yang harus diperhatikan untuk menjamin efektivitas dan efisiensi dari sistem peramalan dalam manajemen permintaan yaitu:
1. Menentukan tujuan dari peramalan
2. Memilih item independent demand yang akan diramalkan
3. Menentukan horizon waktu dari peramalan (jangka pendek, menengah atau panjang)
4. Memilih model-model peramalan
5. Memperoleh data yang dibutuhkan untuk melakukan peramalan
6. Validasi model peramalan
7. Membuat peramalan
8. Implementasi hasil-hasil peramalan
9. Memantau keandalan hasil peramalan
Pengertian Peramalan
Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan, dimana hal ini dilakukan dengan  melibatkan pengambilan data di masa lalu dan  menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis atau bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi model matematika yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer. Peramalan adalah tahap awal, dan hasil ramalan merupakan basis bagi seluruh tahapan pada perencanaan produksi.
Peran Peramalan dalam Proses Produksi
Peranan peramalan dalam perencanaan proses produksi adalah sebagai berikut:
1.Business Planning
Berisi rencana pendanaan, pembiayaan dan keuangan perusahaan sebagai dasar untuk membuat rencana pemasaran.
2. Marketing Planning
Rencana tentang produk yang akan dibuat, penjualan dan pemasaran, sebagai dasar untuk membuat production planning.
3. Master Production Schdule (MPS)
Rencana produk akhir yang harus dibuat pada tiap periode selama 1-5 tahun. Produk akhir, merupakan dekomposisi dari production planning.
4. Resource Planning
Rencana kapasitas yang diperlukan untuk memenuhi production plan, dapat dinyatakan dalam jam-orang atau jam-mesin. Merupakan bahan pertimbanagn untuk ekspansi orang, mesin, pabrik, dan lain-lain, yang ditetapkan berdasarkan kapasitas yang tersedia.
5. Rought Cut Capacity Planning (RCPP)
Rencana untuk menentukan kapasitas yang diperlukan untuk memenuhi MPS. Hasilnya berupa jenis orang / mesin yang diperlukan untuk tiap work centre pada setiap periode. Merupakan bahan pertimbangan untuk penambahan jam kerja atau sub kontrak.
6. Demand Management
Aktivitas memprediksi kebutuhan di masa datang dikaitkan dengan kapasitas. Terdiri dari aktivitas forecasting, distribution requirement planning, order entry, shipment, dan service part requirement.
7. Material Requirement Planning (MRP)
Menetapkan rencana kebutuhan material untuk melaksanakan MPS. Output MRP adalah purchasing dan PAC (Production Activity Control), dan MRP menghasilkan rencana pembelian meliputi jumlah due date, release date.
8. Capacity Requirement Planning (CRP)
Rencana kebutuhan kapasitas yang dibutuhkan untuk merelealisasikan MPS di tiap periode dan tiap mesin. CRP lebih teliti dan lebih rinci dibanding RCCP, karena disarkan pada planned order. Jika kapasitas tidak tersedia bisa ditambah dengan over time, merubah routing dan lain-lain. Jika tidak tercapai MPS harus dirubah.
9. Production Activity Control (PAC)
Sering disebut distributor shop floor control (SFC), aktivitas membuat produk setelah bahan dibeli. PAC terdiri dari aktivitas awal-akhir suatu job berdasarkan urutan kedatangan job, lalu membebankan job ke work station, dan melakukan pelaporan. Hasil laporan akan merupakan feedback bagi MPS.
10. Purchasing
Merupakan aktivitas memilih vendor, membuat order pembelian, dan menjadwalkan vendor.
11. Performance Measurement
Evaluasi sistem untuk melihat seberapa jauh hasil yang diperoleh dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Sebagai bahan evaluasi pencapaian bisnis planning.
Komponen dari proses peramalan tingkat permintaan produk/jasa
a.       Meramal Horizon Waktu (time frame)
Peramalan biasanya diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dicakupnya. Horizon waktu terbagi kedalam beberapa kategori, yaitu :
1.   Peramalan jangka pendek. Peramalan ini mencakup jangka waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kurang dari 3 bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja, penugasan kerja, dan tingkat produksi.
2.      Peramalan jangka menengah. Peramalan jangka menengah atau intermediate, umumnya mencakup hitungan bulanan hingga 3 tahun. Peramalan ini berguna untuk merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, anggaran kas, dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi.
3.      Peramalan jangka panjang. Umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramlan jangka panjang digunakan untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan, modal, lokasi atau pembangunan fasilitas, serta penelitian dan pengembangan (litbang).
Peramalan jangka menengah dan jangka panjang dapat dibedakan dari peramalan jangka pendek dengan melihat tiga hal berikut :
1.      Peramalan jangka menengah dan jangka panjang berkaitan dengan permasalahan yang lebih menyeluruh dan mendukung keputusan manajemen yang berkaitan dengan perencanaan produk, pabrik dan proses.
2.      Peramalan jangka pendek biasanya menerapkan metodologi yang berbeda dibandingkan dengan peramlan jangka panjang. Teknik matematika, seperti rata-rata bergerak, penghalusan eksponensial , dan ekstrapolasi tren yang umumnya dikenal untuk peramalan jangka pendek. Lebih sedikit metode kuantitatif yang berguna untuk meramalkan suatu permasalahan.
3.      Sebagaimana yang mungkin diperkirakan, peramalan jangka pendek cenderung lebih tepat dibandingkan peramalan jangka panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan berubah setiap hari. Dengan demikian, sejalan dengan semakin panjangnya horizon waktu, semakin tipis pula ketepatan peramalan seseorang. Peramalan penjualan harus diperbaharui secara berkala untuk menjaga nilai integritasnya. Peramalan harus selalu dikaji ulang dan direvisi pada setiap akhir periode penjualan.
b.      Pola Data Metode Time Series (Deret Berkala)
Terdapat beberapa pola permintaan dalan peramlan, yaitu:
1.      Pola horizontal (constant), terjadi bilamana data berfluktuasi disekitar nilai rata-rata yang konstan. Suatu produk yang penjualannya tidak meningkat atau menurun selama waktu tertentu termasuk jenis ini.

2.      Pola musiman (seasonal), terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor musiman (misalnya kuartal tahun tertentu, bulanan, atau hari-hari pada minggu tertentu). Penjualan dari produk seperti minuman ringan, es krim, dan bahan bakar pemanas ruang semuanya menunjukkan jenis pola ini.
3.      Pola siklis (cycle), terjadi bilamana datanya dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis. Contoh: Penjualan produk seperti mobil, baja, dan peralatan utama lainnya.
4.      Pola trend, terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data. Contoh: Penjualan banyak perusahaan, GNP dan berbagai indikator bisnis atau ekonomi lainnya.
             Secara umum dapat dijelaskan, bahwa peramalan produksi dengan pendekatan analisis time series, dilakukan dengan memanfaatkan data masa lalu perusahaan, secara series (runtun). Data yang dimiliki perusahaan, dapat saja menunjukkan macam-macam data pola.

Peramalan Kuantitatif  Time Series (Deret Berkala)
1. Pendekatan Naif
Pendekatan naif (naive approach) ini merupakan model peramalan objektif yang paling efektif dan efisien dari segi biaya. Paling tidak pendekatan naif memberikan titik awal untuk perbandingan dengan model lain yang lebih canggih. Contoh, jika penjualan produk (misalnya ponsel Nokia) adalah 50 unit pada bulan Januari, dapat diramalkan bahwa penjualan pada bulan Februari akan sama yaitu sebanyak 50 unit.
2. Rata-rata Bergerak
            Peramalan rata-rata bergerak (moving average) menggunakan sejumlah data aktual masa lalu untuk menghasilkan peramalan.
3. Penghalusan Eksponensial dengan Penyesuaian Tren
Penghalusan eksponensial yang sederhana gagal memberikan respons terhadap tren yang terjadi. Untuk itu, penghalusan eksponensial harus diubah saat ada tren. Untuk memperbaiki peramalan kita, berikut akan diilustrasikan model penghalusan eksponensial yang lebih rumit, yang dapat menyesuaikan diri pada tren yang ada. Rumus barunya adalah:
Peramalan dengan tren (FITt) = peramalan penghalusan eksponensial
(Ft) +  tren penghalusan eksponensial (Tt)
Sedangkan untuk menghitung rata-rata dan tren untuk setiap periode menggunakan dua konstanta penghalusan, α untuk rata-rata dan β untuk tren.rumusnya sebagai berikut.
Ft  =  α(permintaan aktual periode terakhir) + (1-α)(peramalan periode terakhir
+ estimasi tren periode terakhir) atau Ft  =  α(At-1) + (1-α) (Ft-1 + Tt-1)
Tt = β(peramalan periode ini – peramalan periode terakhir) + (1-β) (estimasi
tren periode terakhir) atau  Tt  = β(Ft – Ft-1) + (1-β) Tt-1
dimana:
Ft    = peramalan dengan eksponensial yang dihaluskan dari data berseri pada        periode t
Tt    = tren dengan eksponensial yang dihaluskan pada periode t
 At = permintaan aktual pada periode t
α    = konstanta penghalusan untuk rata-rata (0 ≤ α ≤ 1)
β    = konstanta penghalusan untuk tren (0 ≤ β ≤ 1
Dapat disimpulkan, tiga langkah menghitung peramalan dengan yang disesuaikan dengan tren adalah:
    Langkah 1: menghitung Ft, peramalan eksponensial yang dihaluskan untuk
periode t.
    Langkah 2: menghitung tren yang dihaluskan, Tt
    Langkah 3: menghitung peramalan dengan tren, FITt, dengan formula
FITt = Ft + Tt
4. Proyeksi Tren
Jika membuat garis tren lurus dengan metode statistik, kita dapat menerapkan metode kuadrat terkecil. Pendekatan ini menghasilkan sebuah garis lurus yang meminimalkan jumlah kuadrat dari deviasi vertikal garis pada setiap hasil pengamatan aktual.
5. Analisis Regresi
analisis regresi merupakan suatu teknik matematis yang menghubungkan variabel independent dengan variabel dependent.  Dalam analisis regresi ini juga mempelajari hubungan yang ada diantara variabel-variabel sehingga dari hubungan yang diperoleh kita dapat menaksir variabel yang satu apabila harga variabel lainnya diketahui. Akan lebih jelasnya kami akan memberikan 2 contoh sebagai berikut :

Contoh 5
            Dari data yang tertera dapat dicari hubungan yang anatara pengunjung dan yang belanja. Jika pada suatu hari ada 370 pengunjung, dari hubungan yang diperoleh kita dapat memperkirakan ada berapa yang akan belanja di took itu. Selain daripada itu,juga kita dapat menentukan berapa kuat jumlah pembeli ditentukan oleh adanya pengunjung.
            kita ketahui bahwa produk nasional kotor ditentukan oleh produk-produk lainnya, antara lain jasa. Jika data selama jangka waktu tertentu diketahui,hubungan antara produk nasional kotor dan jasa dapat dihitung. Dari hubungan ini,produk nasional kotor dapat diperkirakan jika jasa dapat diketahui.
Dari kedua contoh diatas dapat digunakan analisis regresi untuk memperkirakan atau meramalkan.
Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis yang dapat digunakan yaitu :
·        Analisi deret waktu(Time series), merupakan analisis antaravariabel yang dicari dengan variabel waktu.
·        Analisis Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi.
a. Jenis Analisis Regresi
Dalam model kausalitas ini digunakan analisis regresi untuk meramalkan sesuatu demi kelangsungan proses produksi/operasi. Dalam analisis regresi ini terdapat 2 jenis yakni sebagai berikut :
1) Analisis Regresi Linier sederhana
Analisis regresi linier sederhana ini merupakan model dua variable, dimana salah satu variable bebas sudah diketahui dan dianggap memberi akibat terhadap variable yang lainnya yang merupakan variable terikat. Persamaan liniernya adalha sebagai berikut :
Y = a + bX
Y   = Subjek dalam variabel dependen yang diprediksi
a = Harga Y bila x = 0
b =Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukan peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen
x = Subjek pada variabel independen
2)      Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi berganda adalah lanjutan praktis dari model regresi sederhana. Regresi berganda merupakan metode peramalan sebab akibat dengan lebih dari satu variabel bebas. Dengan persamaannya adalah sebagai berikut :
Y = a + bX1 + bX2
Tingkat Akurasi Dalam Metode Peramalan
            Dalam pengukuran akurasi pada metode peramalan ini kita harus memepelajari kesalahan standar dari suatu estimasi dan kesalahan taksir dalam suatu peramalan yang akan dibahas berikut ini:

1.      Kesalahan Standar dari suatu Estimasi
Titik prediksi adalah rata-rata(mean) atau nilai harapan (expected value) dari suatu distribusi penjualan yang mungkin. Untuk menghitung keakuratan regresi yang diperkirakan, kita harus menghitung kesalahan standar estimasi (standard error of the estimate),  perhitungan ini disebut deviasi standar regresi (standard deviation of the regression) yang menghitung kesalahan dari variable terikat  terhadap garis regresi dan bukan terhadap rata-rata.
Dimana:
= Nilai  untuk setiap titik data
= Nilai terhitung variable terikat, dari persamaan regresi
= Jumlah data
2.      Kesalahan taksir dalam peramalan
Perusahaan perlu menetapkan keputusan atas perbedaan yang signifikan dengan yang diramalkan melalui variable yang dievaluasi. Satu cara untuk mengawasi peramalan berjalan dengan baik adalah dengan menggunakan sebuah sinyal penelusuran (tracking signal). Sinyal penelusuran adalah sebuah perhitungan seberapa baik peramala memprediksi nilai actual.

KESIMPULAN
Peramalan adalah bagian terpenting dari fungsi manajer operasi. Peramalan  permintaan mengarahkan produksi,kapasitas,dan sistem pendjadwalan perusahaan,serta memengaruhi fungsi keuangan,pemasaran,dan perencanaan karyawan. Ada beberapa teknik peramalan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan penilaian,pengamalan,perasaan,dan faktor lian yang sulit diukur. Peramalan kuantitatif menggunakan data masa lalu,sebab-akibat,atau asosiatif untuk diproyeksikan pada permintaan masa datang. Perhitungan peramalan jarang dilaksanakan secara manual. Hampir semua manajer operasi menggunakan paket piranti lunak,seperti Forecast, PRO, SAP, txMetrix, AFS, SAS, SPSS, atau Exel.






Daftar pustaka:
·        http://www.slideshare.net/bianjee/manajemen-operaasional-31264965
·        http://softspaces.blogspot.co.id/2013/10/forecasting-peramalan-dalam-manajemen.html
·        http://zonainfosemua.blogspot.co.id/2011/01/pengertian-metode-penelitian-kualitatif.html
·        https://vebyenandes.wordpress.com/2013/03/27/manajemen-industri-metode-peramalan-forecasting/
·        Wiliam J.Stevenson.Sum chee Chuong-manajemen operasi perspektif asia edisi 9 buku 1,penerbit salemba empat.

Tidak ada komentar:

PANCASILA: pembahasan pancasila secara ilmiah

KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas keha...